Ada Sastra Plataran di Bojonegoro: Lesbumi dan KSMB Membaca Puisi Gus Mus

BOJOENGORO - Langit terang, Sabtu 3 Desember 2016. Plataran Kantor PC-NU Bojonegoro yang terletak di Jl A Yani 28 Bojonegoro, Jawa Timur, pun bersinar bercahaya lampu-lampu panggung. 
.
Panggung disisi timur pintu masuk, memang telah digarap sejak siang hari, Inilah acara perdana "SASTRA PLATARAN" yang digelar LESBUMI (Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia) bekerja sama dengan KSMB (Kelompok Seniman Bojonegoro).
.
"Lesbumi adalah bagian dari NU, kebetulan saya dipercaya sebagai Ketua Lesbumi Bojonegoro. Bersama KSMB yang dikomandani mas Arieyoko, kami garap acara ini secara rutin saban bulan," tutur Muhammad Fauzi, Ketua Lesbumi Bojonegoro, saat membuka acara.
.
Acara "SASTRA PLATARAN", ujarnya, bakal digelar tiap malam minggu pertama. Di lokasi yang menetap, yakni di plataran Kantor PC-NU Bojonegoro.
.
"Memberikan ruang kepada para seniman-seniman Bojonegoro untuk mengembangkan kreatifitas," tegas dokter Ubed, selaku Ketua Pengurus Cabang Nadhatul Ulama Bojonegoro, saat memberikan sambutannya.
.
Pemilihan fokus acaranya yang fokus membacakan puisi-puisi KH Mustofa Bisri (Gus Mus), dipujinya sebagai pilihan yang tepat. Ditengah hiruk pikuk kondisi masyarakat saat ini, paparnya.
.
Dokter Ubed kemudian membacakan dua buah puisi karya Gus Mus, berjudul 'Orang Penting' dan 'Sajak Atas Nama'. Resmi dimulailah acara "SASTRA PLATARAN" malam ini dihadiri sekitar seratus penikmat yang duduk lesehan. Termasuk Pendeta Iwan dari GKI Bojonegoro berserta jamaahnya.
.
Edi Kuncoro tampil pertama dengan puisi berjudul 'Suluk', disusul Hindah S seorang guru membaca 'Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat'. Kemudian Amrozi dengan sajak 'Rasanya Baru Kemarin' serta Yanuar 'Bila Kutitipkan'.
.
Pada sesi pembacaan berikutnya, Agus Sighro membaca 'Kau Ini Bagaimana', kemudian Baridz membaca sajak 'Bagimu', Rahma Zam-Zam dengan puisi 'Wanita Cantik Sekali' dan dedengkot teater Sapari membaca 'Nyanyian Kebebasan'.
.
Dalam diskusi bersama Arieyoko, dokter Ubed dan Edi Kuncoro, dibahas kondisi 'sastra pesantren' di Bojonegoro yang perlu dibangkitkan, ditumbuhkan, dikembangkan lebih masif lagi.

Tidak ada komentar

Video

Video